Sumpah, Gue Pernah Gemuk

Disaat jutaan orang di dunia berjuang mati-matian dengan diet mereka, gue justru sebaliknya. Gue berjuang untuk gemukin badan gue yang lumayan-sedikit-agak kurus ini.

Kapan ya gue gemuk? Minum susu udah (apa gelasnya juga harus ditelan sekalian?). Tidur juga bisa lebih dari 12 jam, walaupun itu cuma di hari libur sih. Dibilang masalah genetik apalagi, udah jelas-jelas enggak. Adik gue yang paling kecil aja badannya kayak dispenser (bukan berarti badan nyokap gue segede kulkas).

Tapi melihat pola hidup gue (makan ga teratur, begadang, terlalu milih-milih makanan) kayaknya tubuh gue bakalan gemuk memang hanya sebatas impian.

Sejak gue dikutuk jadi anak kos, kesempatan gue untuk gemuk jadi semakin sempit. Gue harus berjuang ekstra karena biaya hidup di kota yang gue tempati sekarang ini termasuk mahal. Apalagi kebanyakan rasa makanan yang ada di kota ini ga imbang sama harga nya yang selangit. Jadi setiap kali bencana akhir bulan melanda, gue terpaksa ngurung diri di kamar tanpa makan seharian. Bagi gue keluar rumah sama dengan keluarin duit. Gue ga pernah memusingkan masalah biaya makan sebelumnya ketika gue masih SMA dan tinggal bareng ortu. Mau makan ga perlu ribet, tinggal ke meja makan. Di tambah lagi, masakan nyokap gue punya keunggulan yang ga bakal di temukan pada makanan di kota ini : enak dan gratis.

'Tubuh gue kurus'
Itulah alasan terselubung gue kenapa setiap kali gue di ajak ke kolam renang atau ke pantai, gue selalu nolak. Selain ga bisa berenang, gue ga PD dengan tubuh gue yang 'terlalu langsing' ini (cara halus untuk menyebut cungkring)

Waktu OSPEK masuk kuliah, setiap mahasiswa baru diwajibkan botak, gue sempat diledek penderita kanker sama temen-temen gue. Tapi jangan salah, dulu waktu masih bayi, almarhumah Mama Lauren sekalipun ga bakal duga kalau 19 tahun kemudian gue bakalan kurus kayak begini. Bayangin aja, gue pernah jadi runner up “Bayi Sehat” Se-Kecamatan. Sumpah, gue ga bohong. Kalau gue bohong, gue relain Si Tom kucing kesayangan gue mati.
*NB : kucing gue namanya bukan Tom, dan gue ga pernah pelihara kucing... :D

Yaah... kayaknya memang udah takdir gue jadi cowok ganteng tapi kurus :p
Lagian keadaan gue yang seperti ini bisa menjadi pendukung teori bahwa ga ada manusia yang sempurna. Ga apa-apalah, setidaknya sejarah hidup gue ga sepenuhnya suram karena gue pernah gemuk. Jadi kalau ada orang kurang kerjaan yang buat biografi tentang gue, isinya ga terlalu memalukan.

Andaikan Tuhan ngasih gue dua pilihan :
1. Jadi lebih berisi dan sixpack; atau
2. Dapat emas segede monas tapi kerempeng selamanya.

Yaa gue tetap lebih milih yang pertama aja lah. Punya emas sebanyak itu bingung juga mau simpan dimana.


1 comments:

custom aussie essays 7/29/2017 3:35 PM  

i wouldn't really know what being skinny feels like, i have been chubby most of my life and i don't intend to change it at all! in this world we should accept our bodies as they are and not try to change them! an interesting read.

Post a Comment

About Me

My Photo
Zazuli
Banda Aceh, NAD, Indonesia
Salah satu spesies dominan otak kanan yang sedang berkuliah di jurusan yang salah, Teknik Sipil. Hobby begadang, punya ingatan yg buruk, melankolis, punya ketertarikan berlebihan terhadap musik akustik, dan benci matematika. Mencintai segala sesuatu yg berbau seni (ingat, 'yang berbau seni'. Bukan 'seni yang berbau'. Kalo itu air seni). dan... itu bener-bener ga ada hubungannya dengan kenapa gue males mandi.
View my complete profile
Powered by Blogger.